NewsFlash | Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Pati akan mengadakan Konferensi Daerah yang ke-28 dengan tema "Begin With The End in Mind" |
Memaparkan catatan dengan label Kesihatan. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Kesihatan. Papar semua catatan

Kurang Minum Picu Depresi

Written By Unknown on Ahad | 2:23 PG

Berdiet sudah menjadi gaya hidup masyarakat modern, terutama wanita. Tak jarang, selama diet mereka mengurangi asupan air agar cepat memperoleh tubuh langsing.

Sebuah riset terbaru menemukan, kecenderungan depresi berhubungan dengan kekurangan air. Ini terutama ditemukan dalam diet yang dilakukan wanita. Para peneliti dari Universitas Tufts melakukan eksperimen dengan membatasi asupan air pada sekelompok responden. Sedangkan kelompok lainnya diberi asupan air sesuai yang direkomendasikan.

Dari situ diketahui, kelompok yang kekurangan cairan memiliki perubahan suasana hati yang cepat, cenderung depresi dan kelelahan. Mereka juga menunjukkan tanda-tanda amarah berlebih serta lebih sering gugup dan bingung. Kendati penyebab utamanya belum jelas, peneliti menduga hal tersebut akibat penurunan kemampuan berpikir.

Menurut para ahli, air merupakan komponen utama aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak. Jumlah air yang diperlukan masing-masing individu berbeda tergantung pada jenis aktivitas, berat fisik seseorang dan cuaca. Umumnya, tiap orang rata-rata membutuhkan 8-9 gelas air putih sehari.

Pada studi yang lain, Badan Kesehatan Dunia memprediksi, pada 2020 depresi akan menjadi penyakit nomor satu di dunia. Depresi akan menggantikan pembunuh saat ini, yakni penyakit menular dan kardiovaskular
2:23 PG | 0 ulasan | Read More

Cara Mudah Mendeteksi Kanker Payudara

Written By Unknown on Jumaat | 9:15 PG


Gejala awal penyakit yang jadi momok wanita ini ditandai munculnya benjolan sebesar kelereng. Benjolan ini tak teraba dengan tangan ketika ukurannya masih kecil. Selain itu, salah satu puting susu mengeluarkan cairan berwarna merah dan berbekas di bra. Jika gejala ini muncul, sebaiknya segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kanker payudara merupakan salah satu penyakit paling mematikan di Indonesia. “Ini karena beberapa faktor.

Bisa jadi mereka tidak tahu atau merasa malu berobat. Kebanyakan pasien lebih memilih pengobatan alternatif. Mereka mendatangi dokter setelah penyakitnya mencapai stadium lanjut. Salah satu upaya mengetahui kelainan pada payudara adalah dengan melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri). SADARI dapat dilakukan 7-10 hari sesudah menstruasi hari terakhir.



Untuk membantu proses ini, oleskan sedikit minyak zaitun atau busa sabun mandi di permukaan payudara. Ini akan memperlicin permukaan payudara. Selain itu tangan menjadi lebih sensitif meraba kemungkinan adanya benjolan di payudara.
Langkah-langkah melakukan SADARI:


a. Dalam posisi berbaring telentang, letakkan tangan kanan di bawah kepala. Letakkan sebuah bantal kecil di bawah punggung sebelah kanan.
b. Raba seluruh bagian payudara sebelah kanan dengan menggunakan 3 ujung jari tengah yang dirapatkan.
c. Lakukan gerakan memutar dan tekanan lembut tetapi mantap. Lakukan gerakan ini mulai dari bagian pinggir searah jarum jam.
d. Ulangi gerakan serupa pada payudara sebelah kiri. Rasakan dan perhatikan dengan seksama, apabila muncul benjolan yang mencurigakan.
e. Tekan pelan-pelan daerah di sekitar puting. Perhatikan, apakah puting mengeluarkan cairan yang tidak normal.
f. Dalam posisi berdiri dan lengan lurus ke bawah, teliti kedua payudara di depan cermin. Perhatikan, bila ada benjolan atau perubahan bentuk payudara.
g. Angkat kedua lengan lurus ke atas. Ulangi langkah di atas.

9:15 PG | 0 ulasan | Read More

Cara Mudah Dan Sehat Menurunkan Berat Badan

Written By Unknown on Selasa | 5:44 PTG


Ada banyak cara untuk menurunkan berat badan, mulai dari mengurangi porsi makan, diet atau berolahraga. Tapi setidaknya ada 5 cara menurunkan berat badan tanpa berdiet atau olahraga. Apa saja?


Memperbanyak aktivitas atau berolahraga memang cara terbaik untuk membakar kalori dan menurunkan berat badan. Namun bagi orang yang tidak memiliki banyak waktu, cara tersebut tidak bisa menjadi pilihan utama. Berikut 5 cara menurunkan berat badan tanpa harus diet ketat atau berolahraga, seperti dilansir Hubpages:


1. Minum teh hijau
Teh hijau membantu menurunkan berat badan dalam beberapa cara, salah satunya karena mengandung polyphenol dalam tingkat yang sangat tinggi. Studi menunjukkan bahwa tingkat tinggi polyphenol dalam teh hijau meningkatkan sistem metabolisme tubuh hingga 4 persen. Metabolisme yang lebih cepat membantu tubuh melepaskan lebih banyak lemak dan kalori.


2. Makan lebih banyak protein
Makan makanan tinggi protein juga dapat mempercepat laju metabolisme dengan mendukung massa otot. Dikutip WebMD, protein membantu membangun otot dan otot membakar lebih banyak kalori daripada lemak.
Protein juga bekerja sebagai penekan nafsu makan dengan membuat Anda merasa kenyang lebih cepat dan lebih lama daripada karbohidrat. Makan protein mengaktifkan hormon alami yang mempromosikan penurunan berat badan, yang disebut PYY. Hormon ini mengurangi rasa lapar.


Makanan yang kaya protein misalnya susu, keju,keju, telur, keju cottage, ikan, daging merah, ayam, kacang-kacangan dan biji-bijian.


3. Jangan ngemil di malam hari
Ada dua teori di balik berat badan dan tidur. Salah satunya adalah bahwa Anda benar-benar tidak aktif ketika tidur dan tidak dapat membakar makanan terakhir, jadi lebih cenderung disimpan sebagai lemak.
Teori lainnya adalah bahwa tetap terjaga sampai larut malam menyebabkan hasrat ingin makan karbohidrat dan makanan manis semakin besar karena tubuh dirancang untuk tidur di malam hari.


4. Minum air es
Banyak yang tahu bahwa minum delapan gelas air sehari bermanfaat  untuk kesehatan dan membantu dalam penurunan berat badan, tetapi sedikit yang mengetahui manfaat tambahan minum air es. Penelitian terbaru menunjukkan minum air es bisa membakar kalori dengan meningkatkan laju metabolisme.


5. Stop makan secara emosional
Emosi dapat memicu rasa lapar dan keinginan makan lebih banyak dari kebutuhan yang dibutuhkan tubuh. Stres, kesedihan, kebosanan, kecemasan dan kemarahan dilaporkan sebagai penyebab makan secara emosional. Kenalilah rasa lapar yang disebabkan oleh sinyal tubuh atau hanya berupa emosi belaka.
5:44 PTG | 0 ulasan | Read More

Sudah Tepatkah Penggunaan Antibiotik Pada Buah Hati Kita?


Dikirim : Sayyida Ummu Sabila
Beragamnya penyakit infeksi pada anak telah membuat kebanyakan ibu khawatir dan panik ketika buah hatinya sakit. Bahkan tidak sedikit yang selalu membawa anaknya berobat ke dokter meski hanya penyakit ringan. Rasanya tidak puas jika dokter tidak memberi obat apapun dan hanya memberikan edukasi tentang penyakit dan perawatan anaknya yang sedang sakit. Tidak peduli apakah penyebabnya virus atau bakteri, kebanyakan ibu akan lebih tenang ketika dokter meresepkan antibiotik untuk anaknya. Padahal, penggunaan antibiotik yang tidak tepat bukan hanya menghamburkan uang, namun juga akan berdampak buruk pada kesehatan buah hati kita. Di zaman yang serba modern seperti sekarang ini, orangtua dituntut untuk pro aktif dan kritis dengan pengobatan yang diberikan dokter untuk buah hatinya. Salah satunya adalah ketika dokter meresepkan antibiotik. Sebagai orangtua, kita perlu memastikan, sudah tepatkah penggunaan antibiotik pada buah hati kita?
Mengenal Antibiotik
Antibiotik merupakan substansi yang dihasilkan oleh mikroorganisme, yang dalam konsentrasi rendah mampu menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme lain. Antibiotik adalah obat yang digunakan dalam penanganan pasien yang terbukti atau diduga mengalami infeksi bakteri dan terkadang juga digunakan untuk mencegah infeksi bakteri pada keadaan khusus. Penggunaan antibiotik tidak boleh sembarangan dan hanya bisa didapatkan dengan resep dokter, karena penggunaan yang tidak sesuai indikasi justru akan menyebabkan resistensi (kebal) obat.
Seperti Apakah Penggunaan Antibiotik yang Tidak Tepat?
Pemakaian antibiotik yang tidak berdasarkan ketentuan (petunjuk dokter) menyebabkan tidak efektifnya obat tersebut sehingga kemampuan membunuh kuman berkurang atau bahkan menimbulkan resistensi. Ketidaktepatan penggunaan antibiotik terjadi dalam situasi klinis yang sangat bervariasi, meliputi :
  • Pemberian antibiotik pada keadaan tanpa adanya infeksi bakteri.
  • Pemilihan antibiotik yang salah atau tidak sesuai diagnosis.
  • Dosis yang tidak tepat atau berlebihan.
  • Lama penggunaan antibiotik yang tidak tepat.
  • Penggunaan obat antibiotik suntik yang berlebihan pada penyakit yang dapat disembuhkan dengan obat yang ditelan (oral).
  • Pengobatan sendiri oleh pasien dengan cara mengonsumsi antibiotik yang seharusnya diresepkan oleh dokter.
  • Penggunaan antibiotik berlebih untuk profilaksis (pencegahan) pada pembedahan bersih, khususnya pemberian antibiotik yang berlangsung lebih lama dari waktu yang direkomendasikan (kurang dari 24 jam pasca operasi).
Keadaan ini antara lain disebabkan oleh berbagai faktor seperti pengetahuan dokter yang kurang, pengalaman masa lalu atau contoh dari kolega senior, harapan dan permintaan pasien, promosi industri farmasi, dan mudahnya pasien membeli antibiotik tanpa resep dokter.
Bahaya Penggunaan Antibiotik yang Tidak Tepat
Penggunaan antibiotik pada anak memerlukan perhatian khusus. Mengapa demikian? Bayi dan anak berisiko paling sering mendapatkan antibiotik, karena daya tahan tubuhnya yang lebih rentan sehingga lebih sering sakit. Padahal, seperti halnya obat pada umumnya, antibiotik memiliki efek samping yang bisa muncul jika penggunaannya tidak tepat.
Efek samping yang sering terjadi pada penggunaan antibiotik adalah gangguan beberapa organ tubuh. Terlebih lagi bila diberikan kepada bayi dan anak-anak, karena sistem tubuh dan fungsi organ pada bayi dan anak-anak masih belum tumbuh sempurna. Gangguan organ tubuh yang bisa terjadi adalah gangguan saluran cerna, gangguan ginjal, gangguan fungsi hati, gangguan sumsum tulang, gangguan darah dan sebagainya.
Akibat lainnya adalah reaksi alergi karena obat. Gangguan tersebut mulai dari yang ringan seperti ruam, gatal sampai dengan yang berat seperti pembengkakan bibir atau kelopak mata, sesak, hingga dapat mengancam jiwa atau reaksi anafilaksis.
Pemakaian antibiotik berlebihan atau irasional juga dapat membunuh kuman yang baik dan berguna yang ada didalam tubuh kita. Sehingga tempat yang semula ditempati oleh bakteri baik ini akan diisi oleh bakteri jahat atau oleh jamur atau disebut “superinfection”. Pemberian antibiotik yang berlebihan akan menyebabkan bakteri-bakteri yang tidak terbunuh mengalami mutasi dan menjadi kuman yang resisten atau disebut “superbugs”.
Penggunaan antibiotik yang irasional menyebabkan bakteri yang awalnya dapat diobati dengan mudah menggunakan jenis antibiotik ringan akan bermutasi dan menjadi kebal, sehingga memerlukan jenis antibiotik yang lebih kuat. Bila bakteri ini menyebar ke lingkungan sekitar, suatu saat akan tercipta kondisi dimana tidak ada lagi jenis antibiotik yang dapat membunuh bakteri yang terus menerus bermutasi ini.
Makin Dini, Makin Berisiko
Sebagian besar kasus penyakit infeksi pada anak disebabkan oleh virus. Penyakit virus adalah penyakit yang termasuk “self limiting disease” atau penyakit yang sembuh sendiri dalam waktu 5 sampai 7 hari (dengan ijin Allah -red). Sebagian besar penyakit infeksi diare, batuk, pilek dan panas disebabkan oleh virus. Secara umum, setiap anak akan mengalami 2 hingga 9 kali penyakit saluran napas karena virus.
Sebuah publikasi dalam Journal Watch Pediatrics and Adolescent Medicine tanggal 18 Juli 2007 melaporkan suatu hasil penelitian “population based”, dimana dilakukan penelitian longitudinal yang terhadap 13.116 anak di Kanada yang lahir pada tahun 1995 dan mendapat pengobatan dengan antibiotik dalam tahun pertama kehidupan untuk mempelajari faktor-faktor resiko terjadinya asma pada anak. Anak yang didiagnosis menderita asma dalam tahun pertama kehidupan dikeluarkan dari penelitian. Ternyata 65 % anak mendapat antibiotik dan terbanyak adalah antibiotik berspektrum luas.
Anak yang mendapat antibiotik untuk penyakit infeksi bukan saluran nafas ternyata mempunyai resiko menderita asma dua kali lebih besar pada usia 7 tahun dibandingkan yang tidak mendapat antibiotik.
Penelitian ini mengkonfirmasikan hasil penelitian sebelumnya bahwa penggunaan antibiotik yang terlalu dini pada anak (usia kurang dari 1 tahun) terutama antibiotik yang berspektrum luas, meningkatkan resiko terjadinya asma pada anak. Sehingga dianjurkan untuk tidak memberi antibiotik terutama yang bersektrum luas kepada anak usia kurang dari 1 tahun apabila tidak sangat diperlukan.
Kapan Anak Memerlukan Antibiotik?
Indikasi yang tepat dan benar dalam penggunaan antibiotik pada anak adalah bila penyebab infeksi tersebut adalah bakteri. Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention), indikasi pemberian antibiotik adalah :
  • Batuk dan pilek yang terjadi sepanjang hari (bukan hanya pada malam hari dan pagi hari) yang berkelanjutan selama lebih dari 10-14 hari dan disertai dengan cairan hidung mukopurulen (kuning atau hijau). Bila batuk dan pilek yang berkelanjutan terjadi hanya pada malam hari dan pagi hari (bukan sepanjang hari) biasanya berkaitan dengan alergi atau bukan lagi dalam fase infeksi, sehingga tidak perlu antibiotik.
  • Bila terdapat gejala infeksi sinusitis akut yang berat seperti panas > 39° C dengan cairan hidung purulen (kental), nyeri, bengkak di sekitar mata dan wajah.
  • Radang tenggorokan karena infeksi kuman streptokokus. Penyakit ini pada umumnya menyerang anak berusia 7 tahun atau lebih. Pada anak usia 4 tahun hanya 15% yang mengalami radang tenggorokan karena kuman ini. Untuk mengetahui apakah ada infeksi bakteri biasanya dengan melakukan kultur (pembiakan bakteri) yang membutuhkan beberapa hari untuk observasi.
  • Infeksi saluran kemih. Untuk mengetahui apakah ada infeksi bakteri biasanya dengan melakukan kultur urin. Setelah beberapa hari akan diketahui bila ada infeksi bakteri berikut jenis dan sensitivitas terhadap antibiotik.
  • Penyakit tifus. Selain dari anamnesis (wawancara) dan pemeriksaan fisik, untuk mengetahui penyakit tifus perlu dilakukan pemeriksaan darah Widal dan kultur darah gaal.
Gunakan Antibiotik Secara Tepat
Berikut ini beberapa tips penggunaan antibiotik yang benar, sebagai pedoman para orangtua dalam memberikan antibiotik pada anaknya :
  • Memberikan antibiotik pada anak hanya dengan resep dokter, yaitu dengan dosis dan jangka waktu sesuai resep.
  • Menanyakan pada dokter, obat mana yang mengandung antibiotik.
  • Tidak menggunakan atau membeli antibiotik berdasarkan resep sebelumnya. Karena salah menggunakan antibiotik menyebabkan obat menjadi tidak efektif lagi dan bahkan bisa menimbulkan resisten (kebal) obat.
  • Pilek, batuk, dan diare pada anak umumnya tidak memerlukan antibiotik. Usahakan agar anak banyak minum, cukup makan makanan bergizi, dan istirahat. Jika demam lebih dari 3 hari periksakan anak ke dokter.
***muslimah.or.id
Penulis : dr. Avie Andriyani Ummu Shofiyyah
Referensi :
  • Endang Dewi Lestari (editor). Buku Simposium and Workshop “Pediatric Update”, Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan I. Bagian Ilmu Kesehatan Anak UNS/RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Tahun 2011.
  • James Chin, MD, MPH (editor). Buku “Manual Pemberantasan Penyakit Menular” Edisi 17. Tahun 2000. Penerbit American Public Health Association.
  • Kementrian Kesehatan RI. Buku Panduan “Gunakan Antibitik Secara Tepat Untuk Mencegah Kekebalan Obat”. Tahun 2011.
  • Prof. Iwan Dwiprahasto, “Evidence Based Medicine Guide to Antibiotic Use”. BukuClinical Updates, Practicing Current Issues in Medicine. Tahun 2010. Penerbit Cendekia Press, Yogyakarta.
  • Sumarmo S, Buku Infeksi dan Penyakit Tropis Edisi 1, Tahun 2002, Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.
  • www.depkes.go.id
  • www.idai.or.id
5:39 PTG | 0 ulasan | Read More

Apakah Kopi Baik Untuk Kesehatan?


Dikirim : Sayyida Ummu Sabila

Apakah Anda seorang coffeeholic sejati? Jika ya, tentu sangat sulit melewatkan hari tanpa segelas kopi hitam bukan? Ya, kebiasaan ini pun lambat laun menjadi sebuah kecanduan yang tidak menyehatkan. Namun sepertinya sekarang ketakutan itu tak perlu dikhawatirkan lagi. Pasalnya, ada sebuah penelitian  yang membuktikan bahwa kopi memiliki manfaat kesehatan. Berikut paparannya, seperti dilansir Health Me Up.

Sisi positif kopi

Ternyata, kafein membantu rangsangan produksi adrenalin dan kortison. Hal ini akan membantu reaksi ganda dalam melawan tubuh Anda, yakni membantu penurunan risiko penyakit kardiovaskular, kanker dan diabetes tipe 2.

Manfaat lainnya adalah bahwa kopi dapat menambah asupan kalori Anda ketika Anda tidak menambahkan porsi gula di dalamnya atau krim. Jika ditakar, 5 ons kopi hanya mengandung 6 kalori. Sementara ketika Anda menambahkan satu sendok teh gula kemungkinannya akan bertambah hingga 23-27 kalori. Pengaruh positif lainnya adalah pada orang dengan tekanan darah rendah, kopi dapat membantu mereka menaikkan tekanan darah secara langsung.

Sisi buruk kopi

Minum kopi ternyata dapat menyebabkan lonjakan antioksidan dalam tubuh. Dengan mengonsumsi kopi secara berlebihan juga dapat menyebabkan rasa mulas dan memperburuk masalah pencernaan. Dalam kasus yang ekstrem, meminum kopi secara berlebihan akan mengalami gangguan perut dengan sering buang air besar.

Meminum kopi dengan berlebihan pun dapat menyebabkan “kegelisahan yang berlebih.” Ini adalah suatu kondisi di mana seseorang secara kompulsif meminum kafein dalam jumlah yang besar. Dalam beberapa kasus ekstrem, hal ini akan mengakibatkan kecemasan dan perubahan pola tidur. Terakhir, kafein diakui sebagai diuretic ringan jika terbiasa mengonsumsi 5-6 cangkir kopi sehari. Untuk jangka panjang, jika terlalu banyak minum kopi maka keasaman yang dihasilkan kopi akan menyebabkan gangguan mulas ringan. Jadi, sebaiknya konsumsilah kopi dengan takaran yang ringan dan tetap terkontrol.
2:58 PTG | 0 ulasan | Read More

Mengatasi Masalah Rambut pada Muslimah Berjilbab

Written By Unknown on Isnin | 9:01 PG

Bagi wanita berjilbab rambut merupakan salah satu aurat yang harus ditutupi. Kendati demikian, bukan berarti rambut wanita berjilbab tidak dirawat, bahkan justru harus lebih diperhatikan, agar terjaga keindahan dan kesehatannya. Islam mengajarkan untuk selalu menjaga segala sesuatu yang telah dititipkan kepada setiap muslim, tentunya termasuk mahkota rambut. Jika terlalu sering ditutup rambut akan lembab dan “kepanasan” sehingga bisa menimbulkan problem atau masalah pada rambut.

Penyebab kerontokan rambut

Banyak faktor yang menyebabkan kerontokan rambut. Di antaranya pemakaian sampo yang tidak tepat, sering dikuncir, atau langsung mengenakan jilbab segera setelah keramas tanpa mengeringkannya dulu.
 
selain itu kerontokan rambut dapat pula disebabkanoleh stres, merokok, gizi tidak seimbang, faktor hormonal, berbagai macam penyakit sampai faktor keturunan. Karenanya, pengobatan medis yang dilakukan juga banyak, tergantung dari penyebabnya. Lebih jauh para ahli menambahkan, banyak cara pengobatan alami yang bermanfaat untuk kesehatan rambut, diantaranya : makan untuk kesehatan, dengan nutrisi seimbang

Berikut ini adalah masalah pada rambut yang sering dialami muslimah yang menggunakan kerudung.

1. Berminyak
Pada saat berkeringat, air peluh dan minyak pada rambut akan cenderung mengumpul karena rambut tertutup jilbab dan tak terkena udara bebas. Akibatnya, rambut cepat lepek dan berminyak.

2. Ketombe
Kondisi rambut yang lembab dapat menyebabkan timbulnya ketombe, baik ketombe kering maupun basah. Akibatnya, kulit kepala gatal-gatal bahkan menyebabkan rontok pada rambut.

3. Rontok
Rambut yang tertutup kerudung cenderung lembab sehingga menyuburkan ketombe penyebab rambut rontok.

Makan untuk Kesehatan Rambut

Semua makanan yang baik untuk tubuh secara keseluruhan baik juga untuk rambut. Di antaranya makanan tinggi protein, rendah karbohidrat dan rendah lemak. Namun ada pula zat-zat lain yang secara spesifik diperlukan untuk kesehatan rambut, yaitu asam lemak omega 3, vitamin B12, biotin, dan mineral seperti zat besi, seng, dan tembaga. Kekurangan salah satu zat ini seringkali luput dari perhatian kita, namun sesungguhnya berperan penting terjadinya kerontokan rambut.

Setiap bulan wanita mengalami menstruasi, oleh karena itu wanita sangat rentan terhadap anemia kekurangan zat besi. Penelitian mendapatkan defisiensi zat besi ini sering menjadi penyebab kerontokan rambut pada wanita. Sumber zat besi dalam makanan sehari-hari misalnya dari sayuran hijau, daging berwarna merah serta hati.

Vitamin B12 bersumber dari telur, serta daging-dagingan. Oleh sebab itu diperlukan suplemen vitamin B 12 bagi mereka yang tidak makan jenis makanan tersebut di atas.

Suplemen makanan yang juga dianjurkan untuk dikonsumsi adalah biotin. Biotin kerap digunakan oleh dokter untuk terapi kerontokan rambut, sebab zat ini merupakan komponen utama pertumbuhan rambut, kulit serta kuku. Kita bisa saja mendapatkan biotin alami dari hati atau kuning telur, tapi untuk mencukupi kebutuhan diperlukan jumlah yang banyak. Karenanya, agar praktis kita dapat mengkonsumsi dalam bentuk suplemen makanan.

Ramuan Herbal untuk Rambut Rontok

Saat ini di pasaran banyak dijumpai ramuan herbal yang diyakini bermanfaat mengobati kerontokan rambut. Ramuan herbal tersebut sangat beragam, ada yang berasal dari tanaman asli Indonesia dan ada yang berasal dari luar negeri. Cara pemakaiannya juga bervariasi, ada yang
dioleskan di kulit kepala, untuk keramas, dan ada yang diminum.

Contoh herbal yang dianggap bermanfaat adalah : ginseng, jahe, cuka apel, tanaman saw palmetto, horsetail, teh hijau, dll. Walaupun diberi label sebagai bahan natural, kita perlu tetap hati-hati dalam pemakaiannya, terutama ramuan yang diminum. Pasalnya, ada juga ramuan herbal yang memiliki efek samping bagi tubuh terutama bila diminum oleh wanita yang juga menggunakan obat kontrasepsi. Karena itu, carilah informasi apa sebenarnya isi ramuan herbal tersebut, dan bila perlu konsultasikan kepada dokter.
Herbal yang aman digunakan adalah teh hijau. Beberapa penelitian di Jepang menunjukkan bahwa minum teh hijau dapat meningkatkan zat tertentu yang disebut sex hormone binding globulin (SHBG) yang menghambat aktivitas hormonal pemicu kerontokan rambut. Selain itu teh hijau juga bermanfaat sebagai antioksidan dan memiliki efek anti-kanker.

Rambut Rontok dan Produk Kosmetik Rambut

Selama ini kita sudah tahu bahwa pemakaian kosmetik rambut seperti shampoo, pewarna rambut, dan pengering rambut dapat menyebabkan kerusakan rambut. Hal tersebut memang benar, namun kerusakan ini tidak sama dengan kerontokan rambut akibat masalah genetik atau problem medis lainnya.

Kerusakan akibat kosmetik rambut umumnya berupa batang rambut yang menjadi pecah-pecah, sedangkan kerontokan akibat problem medis sebenarnya disebabkan kerusakan pada tingkat akar atau folikel rambut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemakaian kosmetik rambut tidak meningkatkan risiko terjadinya kerontokan rambut. Yang penting imbangi dengan asupan makanan bergizi untuk kesehatan rambut.

Tips Merawat Rambut
  • Keramas secara teratur
  • Pilihlah shampo yang sesuai dengan karakter rambut. Sekarang, telah tersedia produk-produk shampo yang khusus perempuan berjilbab.
  • Gunakan pelembab rambut (conditioner) selepas berkeramas. Perlu diperhatikan penggunaan conditioner jangan dilakukan tiap hari karena akan mengakibatkan rambut mudah lepek.
  • Jika memungkinkan,gunakan vitamin, creambath atau hair tonic minimal 2 minggu sekali guna menjaga kualitas rambut. Hal ini bisa dilakukan sendiri atau pergi ke salon.
  • Rajin menyisir rambut (3 x dalam sehari). Dengan menyisir rambut sama halnya dengan melakukan pemijitan kulit kepala, yang berarti dapat membantu kelancaran peredaran darah Gunakan sisir plastik yang bergigi jarang Hindari menarik garis belahan rambut hanya pada 1 sisi, karena kerontokan bisa berawal di garis belahan rambut
  • Hindari mengikat rambut dengan ikatan yang kencang, apalagi dengan menggunakan karet gelang. Hal ini akan mengakibatkan trauma bagi rambut. Gunakan ikat rambut yang berlapis kain untuk mengikat rambut. Jangan biarkan rambut terikat terus.
  • Hindari memakai kerudung/jilbab saat rambut dalam keadaan basah. Karena akan mempertinggi kadar kelembaban rambut yang menyebabkan rambut menjadi rontok. Karena jika basah, rambut akan menjadi lembab  juga menimbulkan bau tak sedap. Gunakan pengering rambut (Hair Dryer) atau kipas angin guna membantu mengeringkan.
  • Jika ketombe tergolong ringan, gunakan sampo lembut mild dan air hangat untuk keramas. Saat keramas, cuci rambut hingga bersih dan pastikan tidak ada sisa-sisa sampo di rambut. Sisa-sisa sampo bisa memicu munculnya ketombe. Jika kondisi ketombe berat, segera konsultasi ke dermatologis atau dokter kulit.
  • Perlakukan rambut dan kulit kepala dengan lembut. Jika rambut rontok masih ringan, bisa menggunakan hair tonic. Kalau termasuk berat, segera konsultasi ke dokter kulit. Untuk sementara waktu hindari mewarnai rambut, pijat kepala, pemakaian roller, dan pengering rambut karena akan memperburuk kondisi rambut.
  • Kenakan dalaman kerudung yang terbuat dari bahan yang menyerap keringat, seperti katun atau kaus. Setelah beraktivitas, di rumah segera buka kerudung.
  •  Jika ingin berkreasi dengan kerudung berlapis-lapis, sebaiknya tidak lebih dari empat helai karena semakin tebal kerudung, makin sulit rambut "bernafas".
  • Hindari warna gelap untuk kerudung . Warna gelap mudah menyerap matahari. Jika aktivitas Anda lebih banyak di bawah sinar matahari, lebih baik pilih warna lembut atau putih.
  • Sampo yang digunakan pun harus sesuai dengan kondisi rambut berjilbab. Sebaiknya memakai sampo yang banyak mengandung sari lidah buaya. Tanaman itu berkhasiat memperbaiki pertumbuhan rambut dan mengurangi kerontokan. Bisa pula memakai sampo kelapa hijau dan yang berasal dari sari akar wortel.
Selamat merawat rambut Anda.
9:01 PG | 0 ulasan | Read More

Jangan Minum Susu Yang Telah Terseduh Lebih Dari 2 Jam

Written By Unknown on Khamis | 4:02 PTG



Setelah diseduh, jangan biarkan susu didiamkan dalam waktu lama. Pada suhu kamar, susu kemasan harus dihabiskan 2 jam setelah diseduh. Mengapa demikian?

"Susu adalah suatu media yang baik bagi pertumbuhan bakteri, karena itu setelah diencerkan sebaiknya susu tidak dibiarkan dalam waktu lama, sehingga memungkinkan bakteri berkembang biak," jelas Prof Dr Sam Soeharto, Sp.MK (K), Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) dalam acara Lokakarya Keamanan Pangan Olahan bagi Wartawan di Hotel Menara Peninsula, Jakarta.

Prof Sam menjelaskan bakteri pada susu mampu memperbanyak diri setiap 20 menit, yang sangat ditentukan keadaan sekitar (biasanya suhu kamar 25 derajat celsius).

Hal tersebut juga diamini oleh Dr Ir Roy Sparingga, M.App,Sc, Deputi Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM. "Bakteri berkembang sangat cepat sekali," ujar Dr Roy.

Mengapa susu harus habis setelah 2 jam setelah diseduh?

Perkembangan bakteri bisa terjadi sangat cepat setiap 20 menit. Jadi ketika dibiarkan hingga 2 jam, maka sel-sel bakteri di dalam susu sudah sangat berlimpah.

Berikut jumlah perkembangan bakteri yang disampaikan Dr Roy:

   1. 0 menit: 1 sel bakteri
   2. 20 menit: 2 sel bakteri
   3. 40 menit: 4 sel bakteri
   4. 1 jam: 64 sel bakteri
   5. 4 jam: 16,8 juta sel bakteri
   6. 5 jam: 1,1 miliar bakteri


"Bisa dibayangkan berapa banyak bakteri kalau susu dibiarkan lebih dari 2 jam setelah diseduh. Maka kalau keracunan susu bukan cuma tanggung jawab produsen, tapi dilihat apakah konsumen juga melakukan proses penyajian susu yang benar," jelas Dr Roy.

Menurut Prof Sam, bakteri pada susu sebenarnya mudah mati, cukup dengan pemanasan 70 derajat celcius saja sudah mati.

Selain itu, pastikan cuci tangan sebelum menyiapkan susu dan jangan mengonsumsi susu yang sudah disiapkan sejak 2 jam sebelumnya. Susu yang sudah disiapkan lebih dari 2 jam harus dibuang dan ganti dengan yang baru.
****

Artikel Biro Muslimah.piipati

4:02 PTG | 0 ulasan | Read More

Baby Blues Syndrome

Abi pusing tujuh keliling dengan perubahan sikap istrinya, Ummi, setelah kelahiran putra kedua mereka. Sikap Ummi yang dulu penyabar menghadapi anak, menjadi mudah marah dan gampang tersinggung. Bahkan Abi sering menghadapi sang Istri menangis dan tidak bisa tidur di malam hari. Tentu saja semua ini membuat keluarga kecil yang biasanya ceria menjadi muram.


Apa yang dialami Ummi adalah suatu kondisi umum yang dialami oleh ibu melahirkan dan hampir mengenai 50% ibu baru. Seringkali perasaan gembira karena hadirnya seorang anak juga disertai dengan perasaan sedih, cemas, dan kaget silih berganti, sehingga menimbulkan kelelahan secara psikis bagi sang ibu. Gejala tersebut dikenal dengan baby blues syndrome atau stress pasca persalinan, yaitu salah satu bentuk depresi yang sangat ringan yang biasanya terjadi dalam 14 hari pertama setelah melahirkan dan cenderung lebih buruk sekitar hari ketiga atau keempat pasca persalinan.

Beberapa hal yang disebutkan sebagai penyebab terjadinya baby blues syndrome, diantaranya:

  1. Perubahan hormonal. Pasca melahirkan terjadi penurunan kadar estrogen dan progesterone yang drastis, dan juga disertai penurunan kadar hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid yang menyebabkan mudah lelah, penurunan mood, dan perasaan tertekan.
  2. Fisik. Hadirnya si kecil dalam keluarga menyebabkan pula perubahan ritme kehidupan sosial dalam keluarga, terutama ibu. Mengasuh si kecil sepanjang siang dan malam sangat menguras energi ibu, menyebabkan berkurangnya waktu istirahat, sehingga terjadi penurunan ketahanan dalam menghadapi masalah.
  3. Psikis. Kecemasan terhadap berbagai hal, seperti ketidakmampuan dalam mengurus si kecil, ketidak mampuan mengatasi dalam berbagai permasalahan, rasa tidak percaya diri karena perubahan bentuk tubuh dari sebelum hamil serta kurangnya perhatian keluarga terutama suami ikut mempengaruhi terjadinya depresi.
  4. Sosial. Perubahan gaya hidup dengan peran sebagai ibu baru butuh adaptasi. Rasa keterikatan yang sangat pada si kecil dan rasa dijauhi oleh lingkungan juga berperan dalam depresi.
Gejala
Gejala biasanya bervariasi dari derajat ringan hingga berat. Adapun gejala yang biasanya muncul antara lain:

  1. Perasaan cemas yang berlebihan, sedih, murung, dan sering menangis.
  2. Seringkali merasa kelelahan dan sakit kepala.
  3. Perasaan ketidakmampuan, misalnya dalam mengurus si kecil.
Seringkali  ibu yang pada awalnya mengalami baby blues syndrome kemudian berkembang menjadi lebih lama dan lebih berat intensitasnya. Apabila gejala yang terjadi telah mengganggu dalam melaksanakan tugas sehari-hari maka termasuk dalam kategori depresi pasca melahirkan, biasanya lebih sering terjadi pada wanita dengan riwayat depresi sebelumnya. Depresi pasca melahirkan disertai dengan tanda-tanda:
  1. Kelelahan yang berkepanjangan, susah tidur, dan insomnia.
  2. Hilangnya perasaan bahagia dan minat untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan.
  3. Tidak memperhatikan diri sendiri dan menarik diri dari keluarga dan teman.
  4. Tidak memperhatikan atau bahkan perhatian yang berlebihan pada si kecil.
  5. Perasaan takut telah menyakiti si kecil.
  6. Tidak tertarik pada seks.
  7. Perasaan berubah-ubah dengan ekstrim, terganggu proses berpikir dan konsentrasi.
Cara mengatasi Baby Blus Syndrome
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Selalu berdoa kepada Allah agar diberi taufik dan kemudahan dalam menjalankan kewajiban kita sebagai seorang ibu.
  2. Tanamkan pada diri untuk selalu bersikap ikhlas dan tulus berperan sebagi ibu baru. Ingatlah balasan yang akan kita dapat di akhirat kelak!
  3. Belajar bersikap tenang dengan mengambil nafas panjang dan fleksibel dalam mengurus si kecil.
  4. Tidurlah ketika si kecil tidur.
  5. Komunikasikan rasa cemas yang dialami dengan pasangan, saudara atau teman dekat.
  6. Luangkan waktu untuk diri sendiri, meski hanya 15 menit untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan, seperti mendengarkan murotal, baca buku, atau olah raga ringan.
  7. Ibu tidak diharapkan menjadi ’super mama’, jadi berlaku jujurlah pada diri sendiri maupun orang lain sejauh mana kita dapat melakukan sesuai kemampuan dan minta bantuan orang lain.
  8. Biarkan pasangan atau keluarga membantu dalam urusan rumah tangga dan mengurus si kecil.
  9. Bergabung dan berbagi cerita dengan ibu-ibu baru.
  10. Baby blues bukanlah hal yang memalukan, jadi jangan ragu untuk mengkomunikasikan dengan orang terdekat.
Agar baby blues syndrome dapat diminimalisir maka yang pertama harus dipersiapkan oleh sebuah keluarga yang akan menginginkan seorang anak adalah kehamilan yang terencana yang didukung oleh kesiapan mental, financial, dan sosial dari ayah dan ibu. Persiapkan pula pengetahuan dasar calon ayah dan calon ibu tentang kehamilan, proses melahirkan, sampai dengan cara merawat si kecil. Sebaiknya diskusikan juga tentang pembagian kerja anata ibu dan ayah pada saat kehamilan hingga si kecil dilaharkan sehingga ibu mempunyai waktu yang cukup untuk beristirahat. Jika diperlukan pertimbangkan pula untuk mempunyai asisten dalam membantu mengurus rumah tangga.
Disusun ulang oleh Ummu Muhammad dengan  sedikit perubahan dari Majalah Natura, Media Cerdas untuk Sehat
***
Artikel biro muslimah.piipati
3:05 PTG | 0 ulasan | Read More

Ikan Akan Berkurang Manfaatnya Bila Digoreng


Banyak manfaat yang bisa didapat dengan makan ikan, namun cara memasaknya akan sangat berpengaruh. Manfaat ikan akan menjadi jauh lebih kecil ketika digoreng, dibandingkan jika dimasak dengan cara lain misalnya dipanggang atau dibakar.

Salah satu manfaat ikan adalah menjaga kesehatan jantung, karena mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk pembuluh darah. Berbagai penelitian selama ini telah membuktikan, konsumsi ikan bisa mengurangi risiko stroke dan serangan jantung.

Namun penelitian terbaru yang dilakukan Dr Donald Lloyd-Jones dari Northwestern University menunjukkan, manfaat itu dipengaruhi cara memasaknya. Manfaatnya paling tinggi jika dibakar atau dipanggang, karena bisa mengurangi risiko stroke hingga 30 persen.

Sementara jika digoreng, manfaatnya berkurang drastis dan bahkan pada beberapa orang justru bisa meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular. Jika minyak goreng yang digunakan tidak bagus, risiko stroke dan serangan jantung justru naik hingga 48 persen.

"Saat anda menggoreng ikan, Anda tak hanya mengurangi manfaatnya. Anda juga menambahkan sesuatu yang mungkin berbahaya," ungkap Dr Lloyd-Jones dalam laporannya di jurnal Circulation: Heart Failure seperti dikutip dari Times.

Hasil penelitian ini sesuai dengan survei terbaru yang dilakukan otoritas kesehatan Amerika Serikat baru-baru ini. Survei tersebut dilakukan di wilayah-wilayah yang dikenal dengan Sabuk Stroke (Stroke Belt) yang terbentang dari Carolina, hingga Arkansas dan Lousiana.

Di wilayah yang kasus strokenya 20 persen lebih tinggi dari wilayah lain ini, konsumsi ikan masyarakatnya tercatat lebih rendah 17 persen. Ironisnya, warga di wilayah Sabuk Stroke yang makan ikan goreng lebih dari 2 kali/pekan justru teramati 32 persen lebih banyak.
3:02 PTG | 0 ulasan | Read More
Biro Muslimah dan Biro Media Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Pati menghimbau kepada pembaca apabila ingin berbagi ilmu (tentang kemuslimahan) kepada pembaca lain silakan dapat dikirim via e-mail di piipati11@gmail.com

Daftar Bacaan